MENULIS PUISI TENTANG KEINDAHAN ALAM

Jumat, 20 Mei 2011

1.Menulis Puisi

     1.     Bahan Penulisan Puisi

Pada pembelajaran yang lalu (Bab III bagian D), kamu sudah dapat menulis puisi tentang keindahan alam. Seperti penjelasan terdahulu bahwa banyak hal dan banyak kejadian yang dapat kamu tulis menjadi puisi. Banyak hal yang dapat kamu gubah menjadi puisi. Untuk menulis puisi kamu harus peka terhadap setiap peristiwa atau fenomena yang bisa dituangkan dalam bentuk puisi. Kepekaan seperti itulah yang membedakan antara seorang penulis puisi dengan orang kebanyakan atau orang awam.

Sering seorang penulis puisi pemula mengalami kebingungan dalam memulai menulis puisi. Dari mana kita harus memulai menulis puisi? Tentu saja dari bahan. Bahan puisi adalah realitas kehidupan dan pengalamanmu sehari-hari. Kamu dapat menulis puisi dari pengalaman-pengalaman itu.

Sumber:
SUWANDI, Sarwiji.2008.Bahasa kebanggaanku untuk SMP/MTs
kelas VII/ Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman : 120

2.Menulis Puisi tentang Keindahan Alam

Kemampuan menulis puisi sering dianggap sebagai bakat, sehingga orang yang merasa tidak mempunyai bakat tidak dapat menulis puisi. Anggapan seperti itu tidak selalu benar karena kalau kita baca kisah sejumlah penyair atau sastrawan, ternyata mereka pun banyak berlatih. Pengaruh bakat itu terbukti kecil sekali. Bahkan, dapat dikatakan bahwa bakat tidak ada artinya tanpa pelatihan. Sebaliknya, tanpa bakat pun bila seseorang rajin belajar dan giat berlatih, dia akan terampil menulis puisi. Pada umumnya puisi ditulis oleh penyair berdasarkan hal-hal yang dialaminya. Hal-hal tersebut bisa berupa pengalaman maupun kekaguman penyair terhadap orang, benda, maupun alam. Langkah – langkah yang dapat kalian lakukan untuk menulis puisi antara lain:

1. Menentukan tema puisi yang akan kalian tulis,
        2.  Mengembangkan tema tersebut dengan menentukan hal-hal yang              akan ditulis dalam puisi,
3. Memilih kata-kata yang tepat makna dan bunyinya, dan
4. Mendayagunakan majas.

Sumber :
Anindyarini, Atikah.2008. Bahasa Indonesia: SMP/MTs Kelas VII
Pusat Perbukuan, Departemen PendidikanNasional. Halaman : 138
3. Menulis Puisi

Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra. Selain puisi,bentuk karya sastra yang lain yaitu prosa dan drama. Puisi mempunyai bahasa yang khas. Bahasa yang digunakan sangatpadat makna. Jika dilihat dari bentuknya, maka puisi terasa lebih ringkas dibanding prosa. Walau ringkas, puisi mampu mengungkapkan perasaan dan pikiran penyairnya lewat makna yang terkandung dalam kata-katanya. Hal terpenting yang harus dilakukan sebagai berikut :

1.  Menentukan gagasan
2. Gagasan dari pengamatan
3. Gagasan dari daya khayal

Sumber :
Maryati, Sutopo .2008. Bahasa dan Sastra Indonesia  untuk SMP/MTs kelas VII
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Halaman: 71

4. Menulis Puisi tentang Keindahan Alam

Membaca puisi tentu sudah sering kamu lakukan. Banyak puisi di surat kabar, majalah, maupun buku-buku yang dapat kamu baca. Bagaimana dengan menulis puisi? Kali ini kamu akan diajak berlatih menulis puisi. Dalam menulis puisi, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, yaitu :

1.     Menentukan tema :
Banyak tema yang dapat kamu angkat dan tuangkan dalam bentuk puisi. Misalnya, keindahan alam, kasih sayang, maupun masalah kehidupan lain yang ada di sekitarmu.

2.     Suasana puisi :
Suatu puisi menggambarkan perasaan, pikiran, dan keinginan penulis terhadap apa yang dirasa, didengar, maupun dilihat oleh indra mereka. Pengungkapan penulisan puisi yang satu berbeda dengan yang lain. Puisi yang menyatakan kebahagian akan menggunakan bahasa yang indah, lembut, dan romantis, sementara puisi yang menyatakan ketidaksukaan atau protes diungkapkan dengan bahasa yang sinis, lugas, keras, dan sebagainya.
3.         Mendaftar kata-kata yang dianggap cocok :
Puisi diwarnai oleh ungkapan maupun kiasan. Misalnya, Tuhan, aku telah berdusta selalu dan menjauh darimu. Kata yang dicetak miring akan terdengar indah dan memiliki nilai rasa daripada kata penuh salah.

4.         Memilih diksi :
Diksi atau pilihan kata akan sangat menentukan keindahan dan kebermaknaan puisi. Kata-kata dalam puisi cenderung konotatif dan kias sehingga akan memberikan nilai rasa tertentu. Misalnya, Hidupnya yang malang selalu bermandikan (air mata, peluh, keringat). Kata yang tepat adalah air mata.

5.         Menulis puisi :
Setelah menentukan tema, suasana, dan diksi, kamu dapat menyusun puisi secara utuh. Inspirasi yang dapat membantu mengembangkan imajinasimu, misalnya mimpi, harapan, fantasi, benda, bunga, maupun alam.

Sumber :
INDRAWATI, Dewi. 2008.  Aktif berbahasa Indonesia untuk SMP/MTs kelas VII
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional,  Hal. 142

5. Menulis Kreatif Puisi yang Berkenaan dengan Keindahan
Alam
Puisi yang menggambarkan keindahan alam ditulis berdasarkan hasil pengamatan terhadap suatu objek yang berupa keindahan alam. Pengamatan terhadap suatu objek dilakukan secara menyeluruh oleh penulis puisi. Layaknya penyair, penulis puisi mengamati suatu objek dengan melibatkan segenap inderanya, sehingga ia tidak hanya menangkap objek dengan menggunakan indera penglihatannya saja, tetapi juga indera pendengaran, perabaan, penciuman, dan perasaannya. Dengan demikian, objek tidak lagi menjadi “benda” bagi seorang penulis puisi. Objek sekan-akan hidup, bergerak, bercakap, bercanda, merasa, mengeluh, menjerit, dan menggoda. Aktivitas pembelajaran yang akan kamu lakukan agar mampu menulis puisi tentang keindahan alam meliputi :

(1) Memahami tujuan pembelajaran,
(2)Menyanyikan lagu bertema keindahan alam,
(3) Memilih objek penulisan, mengamati, mengimajinasikan objek dan mendaftar kata  puitis,
(4) Menulis kalimat puitis,
(5) Menulis puisi dan menetapkan judul, dan
(6) Menyusun antologi puisi.
Hidup Sehat dan Bermanfaat 211
Ramadhan K.H.
TANAH KELAHIRAN

Seruling di pasir ipis, merdu
antara gundukan pohonan pina
tembang menggema di dua kaki,
Burangrang – Tangkubanprahu.
Jamrut di pucuk-pucuk,
Jamrut di air tipis menurun.
Membelit tangga di tanah merah
dikenal gadis-gadis dari bukit
Nyanyikan kentang sudah digali,
kenakan kebaya merah ke pewayangan.
Jamrut di pucuk-pucuk,
Jamrut di hati gadis menurun.
Dalam puisi “Tanah Kelahiran 1” karya Ramadhan K.H., dapat kita lihat bahwa
selain melukiskan gunung Burangrang dan Tangkubanprahu, diselipkan juga keceriaan
kehidupan para gadis. Penulis mengaitkan jejak dari gunung ke suatu cerita mengenai
dirinya dan kenangan manis kampung halamannya, mungkin kenangan masa kecilnya.
Kenangan itu mungkin sudah tidak dapat ditemukan lagi pada masa kini. Keadaan
yang ada adalah hutan yang gundul, rumah-rumah beton, dan sebagainya.
menulis puisi keindahan alam berdasarkan cara atau petunjuk tersebut. Pada akhir pembelajaran, kamu
akan melakukan kegiatan refleksi.


Memahami Contoh Puisi tentang Keindahan Alam

Keindahan alam semesta begitu banyak. Keindahan alam bukan hanya gunung,
sungai, lautan, teluk, hutan, dan kolam. Akan tetapi, planet, langit, awan, kandungan
bumi, kandungan bulan, matahari, kicauan burung, cuaca, musim, dan sebagainya
merupakan sumber inspirasi tentang keindahan alam.
                                                       
Sumber :
Endah Tri Priyatni, 2008.Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VII
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Hal. 155
6. Menulis Puisi

Menulis merupakan kegiatan melahirkan pikiran dan perasaan. Menulis puisi biasanya merupakan ekspresi dari hati. Keindahan alam dan peristiwa yang pernah dialami dapat dituangkan dalam puisi.
Banyaknya penguasaan kosa kata mempengaruhi keterampilan menulis puisi. Untuk para pemula, menulis puisi adalah suatu hal yang sangat sulit. Namun, ada tips untuk kamu agar kamu bisa lancar menulis puisi :

1.    Puisi yang kamu tulis pertama kali mungkin kurang "asyik" menurut kamu. Biarkan saja dan simpanlah puisi yang pertama kali kamu tulis.

2.    Puisi sangatlah tergantung seberapa banyak kata yang kamu ingat. Hal ini sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak kamu membaca.

      3.   Dalam menulis puisi jangan takut kalau-kalau puisi kamu jelek karena itu adalah merupakan suatu proses.

4.   Ada 3 kunci untuk menulis puisi yang bagus, yaitu;
a. Latihan
b. Latihan
c. Latihan

Jadi, intinya sering-seringlah menulis puisi. Untuk sebagian orang, menulis puisi itu hanya berdasarkan perasaan saja. Jika seseorang sedih, akan timbul pemikiran yang membuat orang itu mencurahkan kesedihannya melalui tulisan-tulisan berbentuk puisi. Biasanya, puisi yang ditulis sangat menyentuh. Sebaliknya, pada saat perasaan senang dan bahagia akan lahir puisi-puisi yang dapat membuat pembacanya terbawa senang dan bahagia.

Sumber :
SAPARI, Nia Kurniati. 2008. Kompetensi berbahasa Indonesia (KTSP 2006)” SMP dan MTs kelas VII
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Hal. 148
7. Menulis Puisi

Bacalah deskripsi berikut ini!
Aku menghambur ke luar kelas. Ingin cepat-cepat sampai di rumah. Aku ingin menunjukkan hasil ulanganku pada ibuku. Aku ingin ibuku bangga terhadapku. Ternyata kerja kerasku selama ini tak sia-sia. Aku dapat nilai matematika dengan sempurna. Aku bangga ketika teman-teman memberi julukan padaku profesor kalkulus.

Jika diubah dalam bentuk puisi!
Seandainya Aku Cepat Berlari

Seandainya aku cepat berlari
Nenek itu tak kan terjatuh
Nenek itu tak kan tersakiti
Aku menyesali kelambananku
Nek, maafkan aku
Tak bisa menolongmu!

Kendaraan melewati jalan ini. Bus, mobil pribadi, angkutan umum, sepeda motor, ataupun sepeda biasa. Semua jadi satu. Dan yang paling ramai, ketika harus melewati perempatan itu. Kalau semua tidak mau mengalah, kemacetan tak akan terhindari lagi. Sampai suatu saat ketika aku berjalan, kulihat dari kejauhan seorang nenek akan menyeberangi jalan itu. Kulihat nenek itu sudah maju setengah jalan tetapi tibatiba berhenti dan mundur ke belakang ... Dan dari belakang sebuah mobil menyerempet nenek itu. Kulihat nenek itu terjatuh dan kendaraan terhenti, lalu orangorang mulai mengerumuni tempat itu.

SUMBER : MARYATI,mar.2008 Bahasa dan Sastra Indonesia 1: untuk SMP/MTs kelas
 VII/Maryati, Sutopo -- Pusat Perbukuan, Departemen. Hal.108

By: Mega Hindrawati

0 komentar:

Total Tayangan Laman