Gracell Lobell

Jumat, 26 April 2013



Namaku Gracell Lobbel. Menjadi anak tunggal memang bukan keinginanku. Apalagi dengan kondisi keluarga broken home. Aku tak pernah berharap untuk terlahir seperti ini. kedua orangtuaku telah bercerai sejak aku berusia 5 tahun. mereka bercerai karna ayah tak pernah setuju jika ibu menjadi wanita karier. Sedangkan ibu yang bercita-cita menjadi wanita karier, tak pernah mau berhenti untuk bekerja dan bekerja. Mereka memang  terlalu egois untuk memfikirkan kehidupan mereka masing-masing. Tanpa memfikirkan keadaanku. Tahun pertama benar- benar sulit untuk kujalani. Hidup bersama ibu, tetapi tanpa ayah. Sempat terfikir olehku untuk kabur dari rumah, ataupun menjauhi kehidupanku sekarang. Tapi tak pernah bisa.
Semenjak aku hidup dengan ibu. Aku selalu merasakan kesepian. Disekolah baru pun aku menjadi pendiam dan murung. Ketika, istirahat aku lebih suka menghabiskan waktuku untuk menuliskan apa yang kurasa. Bahkan tak ada seorang pun yang mau berteman denganku. Mereka memandangku sebagai anak aneh. Tak jarang mereka mengejekku. Tapi aku hanya diam saja. Tak pernah kurespon, walau itu menusuk hatiku. Dirumah pun aku kesepian. Hanya teddy bear pemberian nenek yang kupunya, dan bibi rose yang pengasuhku. Ibuku yang bekerja sebagai wanita karier jarang memiliki waktu berssamaku. Mungkin hanya 1 kali dalam seminggu aku dapat makan malam bersama ibu. Itu pun harus menata ulang semua schedule yang telah terdaftar.
Aku duduk didepan jendela kamarku dilantai dua. Duduk diatas kursi tua dengan wajah penuh harapan, menatap jauh ke langit mendung malam itu. Rintik hujan menetes dikaca jendelaku. Suasana mendung yang dingin membuatku semakin memeluk erat teddy bear yang kudekap. Menunggu ibu pulang. Setiap malam hanya itu yang kulakukan. Berharap munculnya mobil berwarna abu-abu dari ujung jalan. Ibu sudah berjanji untuk menemaniku makan malam. Sudah dari satu jam yang lalu bibi rose mempersiapkan makan malam. Meja makan tertata rapi. Ada banyak lauk dan buah diatas meja. Dengan taplak motif bunga kesukaan ibu. Satu jam berlalu, hamper satu setengah jam aku menunggu. Bibi rose menghampiriku. Mengajakku untuk makan malam terlebih dulu. Namun aku menolak. aku ingin makan malam bersama ibu.
Lama aku menanti ibu. Hujan diluar sana semakin deras mengguyur kota yang kutempati. Kilatan petir terlihat dengan jelas dari kaca jendelaku. Mataku berat untuk tetap terbuka. Kulihat bibi rose yang tadi masih merajut baju dikursi, sekarang sudah terlelap. Kelapaku terasa berat untuk tetap tegak. Perlahan penglihatanku mulai semu, dan aku terlelap dalam imajinasi mimpiku.
Seperti biasa. Bibi rose yang membangunkanku. Membuka gorden kamarku. Membuat kilauan sinar matahari pagi menembus jendela kamarku. Aku membuka mata. Sesekali merenggangkan otot-ototku, dan menguap lebar. Masih duduk diatas ranjang dengan mata beluh terbuka seutuhnya. Memandang sekelilingku. Terlihat dari pintu kamarku yang terbuka, ibu mondar-mandir .Tidak seperti biasanya ibu bangun sepagi ini. Sepertinya tergesa-gesa. Aku menggapai teddy bearku dan berjalan sempoyongan keluar kamar. Berhenti sejenak didepan pintu sambil melihat ibu yang sedang berbicaara dengan orang diseberang telpon. Aku mendekatinya dengan langkah berat.
“tadi malam aku menunggu ibu untuk makan malam. “ kataku dengan mata sembab dan wajah yang masih mengantuk. “ maaf grace, tadi malam ibu ada meeting mendadak. Lain kali saja ya.. “ jawaban yang mudah ditebak. Aku sudah tau bahwa ibu akan menjawab hal itu. Alasan yang sama setiap kali ibu membatalkan makan malam bersamaku. “ oh .. baiklah. Ibu mau kemana ? rapi sekali. Tunggu , biar ku tebak. Meeting ? dinas ? keluar kota ? ya pasti salah satu dari itu semua.” Jawabku ketus “Grace .. tolong dong, ngertiin ibu. Ibu kerja juga buat memenuhi kebutuhan kita kan ? ibu akan keluar kota hanya untuk beberapa hari sayang “ penjelasan itu sudah pernah kudengar.
“ kanapa grace  harus selalu ngertiin ibu ? kapan ibu ngertiin aku! “ aku berbicara dengan nada yang sedikit tinggi. Terlihat ibu yang berjalan keluar rumah tiba-tiba berhenti dan berbalik arah mendekatiku. “ Ibu berjanji. Setelat ibu kembali. Satu minggu penuh untukmu. Namun berjanjilah kau akan bersikap baik dan menurut perkataan bibi rose. “ jawaban ibu seperti awan cerah yang datang menggantikan mendung dihatiku. “ benarkan ? ibu berjanji ?” Nampak lengkungan senyum indah dipipiku. Terdengar klakson mobil kantor ibu berbunyi. Ia berlari-lari kecil sambil berkata “ ibu berjanji “ . kulihat ibu melambaikan tangan dari dalam mobil yang berjalan keluar dari pekarangan rumahku.
                Siang ini cukup membakar kulitku. Aku berjalan menyusuri trotoar siang ini. karna ibu keluar kota, tak ada yang menjemputku. Dari kejauhan terlihat ramai di sebelah rumahku. Rumah milik kakek Kostas yang sudah lama tidak ditempati. Aku cuek saja berjalan melewati kerumunan orang-orang yang sedang mengeluarkan barang-barang dari dalam truk. Karna aku tak ingin tau urusan mereka. Tiba-tiba ada seorang gadis yang sepertinya sebaya dengaku. Dan dia mendekatiku.
“ hei .. apa kau Gracell lobell ?” sapa gadis itu dengan ramah. Rambutnya yang pirang tertiup angin membuatnya nambak terlihat cantik. Aku hanya menggangguk dengan pandangan bingung. Langsung saja dia menyambar tanganku “ namaku Kyle Belcher. Aku cucu kakek Kostas. Bibi rose bercerita banyak tentangmu. Salam kenal” senyum itu masih melekat di pipi merah kyle . gadis yang baru kukenal beberapa menit yang lalu. Sepertinya dia baik. Aku menyukai sikapnya.
Kyle menarikku untuk duduk didepan terasnya. Dia bercerita banyak tentang kehidupannya di meksiko. Mulai teman-teman sekolahnya. Keluarganya, semuanya. Aku masih merasa canggung bercerita padanya. Walaupun dia memanggilku ‘ Bell’ bukan ‘Grace’. Tapi itu takkan menjadi masalah. Setelah beberapa tahun lamanya. Ini kali pertama aku memilki teman. Kyle Belcher, sekarang dia temanku.
Baru dua hari aku mengenal kyle. Namun rasanya sudah lama sekali. Kepergian ibu keluar kota tak terasa rasanya karna ada kyle. Dia membuatku tersenyum dan bahagia. Kyle juga mendaftar disekolah yang sama dngnku. Kehidupanku yang suram perlahan berubah. Kini aku bukan grace yang pemurung lagi. Bahkan sekarang aku lebih suka dipanggil bell.
Sore itu kyle memintaku untuk menghantarkannya ke pemakaman kakek Kostas. Sebelum kepemakaman kami mampir ketoko bunga untuk membeli seikat bunga untuk kakek Kostas. Setelah itu kami berjalan menuju pemakaman. Setelah kami selesai mengirimkan doa untuk kakek Kostas, aku mengajak kyle ke bukit belakang sekolah. Disana tempat aku merenung ketika aku sedih. Ternyata kyle juga menykai tempat itu. Tempat persembunyianku yang tidak semua tau tantang bukit belakang sekolah. Bahkan banyak yang berfikir bahwa bukit belakang sekolah adalah tempat yang berhantu. Tapi itu hanya fikiran mereka. Disini udaranya bersih, ada 2 ayunan dibawah pohon  , dan juga banyak kelinci disana. Aku dan kyle berlomba memegang kelinci-kelinci liar disana. Melelahkan, tapi menyenangkan.
                Hari mulai sore. Kami memutuskan untuk kembali kerumah. Diujung jalan, aku melihat bibi rose yang terlihat kebingungan. Saat melihatku, lantas dia berlari sebisanya. Dengan baju seadanya, dan handphone ditangannya. Pipinya basah, matanya sembab, sepertinya dia menangis.
“ bibi kenapa ?” tanyaku.
“ bell.. ibumu kecelakaan ..” seketika terasa jantungku berhenti. “ tadi malam, ibumu perjalanan pulang… tapi di perjalanan hujan lebat. Mobilnya merosot kejurang. Mobilnya saja baru ditemukan tadi pagi oleh warga sekitar. Kita harus pergi kerumah sakit sekarang. “sambung bibi rose .
Sampai dirumah, aku langsung mengemasi barang-baraang ibu. Untung ada orang tua kyle. Mereka meminjamkan mobilnya untuku dan bibi rose. Sebelum aku pergi. Kyle memberkan sebuah recorder kepadaku. “ bell, kalau kau sedih. Utarakan semua isi hatimu pada recorder ini. anggap saja dia aku. Okey . “ aku mengganguk lalu memeluknya. Aku berjalan memasuki mobil, bibi rose yang menyupir, sedangkan aku duduk dibangku belakang dengan teddy bear, dan recorder pemberian sahabatku. Otakku kembali memikirkan kondisi ibuku sekarang. Aku tidak ingin kembali menjadi grace yang pemurung dan cengeng, aku ingin tetap menjadi bell yang periang. aku memandang foto ibu ditanganku. Air mata itu menetes menuruni kantong mataku dan mengaliri’I pipiku dengan derasanya. Aku mencoba untuk menghentikannya. Tapi tak ada hasil, dia masih saja mengalir. Aku memilih untuk tidur untuk menenangkan fikiranku.
Bibi rose membangunkanku. Kami sudah tiba di New York. 3 jam perjalanan dari kota kecil dipinggir kota New York sampailah kami di kota New York. Aku menurunkan barang-barang dari dalam bagasi. Sedangkan bibi rose merenggangkan otot-ototonya yang pegal karna menyetir dari tadi.
Ibu terbaring lemas diatas ranjang. Terlihat banyak alat bantu pernafasan yang dipasang. Pasti sakit rasanya. Aku hanya dapat menangis dipelukan ibu. Bibi rose mencoba menenangkanku. Aku tak tahan melihat penderitaan ibu. Aku berlari kekamar mandi. Aku ikuti usul kyle. Aku marah, aku sedih, semua kuucapkan pada recorder itu. Air mataku terus mengalir hingga bajuku agak basah. Lalu aku memutuskan untuk mandi .
Tiga hari berlalu. Ibu belum sadarkan diri. Sore ini kyle dan keluarganya datang menjenguk ibu. Kedua orng tuanya berbicara panjang lebar dengan bibi rose. Sedangkan kyle mengajakku untuk ketaman rumah sakit . kami duduk berdua dibangku taman. Otakku kembali memikirkan kondisi ibuku, air mata itu datang lagi.
“ hei .. kenapa menangis bell ? aku tak suka melihat air itu menetes di pipimu. Ayo lah .. “ kata kyle sambil mengusab air mataku dengan ibu jarinya. “ aku takut kyle. Aku sudah cukup menderita dengan kesibukan ibu yang jarang bersamaku. Dan sekang aku tkut, ibu takkan bersamaku lagi “ air mata itu semakin deras menetes. Kyle mencoba menenangkanku. Dia memelukku. “ tak usah takut. Kalau benar itu yang terbaik untuk ibumu. Apa kau tega membiarkan ibumu tersika dengan alat-alat itu ? “ aku hanya menggeleng
“ biarkan tuhan yang menentuka bell .. kau masih punya aku, bibi rose, dan ayahmu kan ?” aku mengangguk. “ terima kasih kyle , terima kasih kau slalu ada untuku “ aku memeluk erat kyle.
Sudah 3 bulan lamanya ibu koma. Tanpa perkembangan sama sekali. Setiap hari berbagai macam bahan kimia masuk kedalam tubuhnya. Aku tak tega melihat ibu disiksa seperti itu. Bahkan dokter sudah pasrah, dia menawariku untuk melepaskan saja alat bantu itu dan membiarkan ibu pergi. Namun aku belum siap. Belum banyak waktuku bersama mama. Namun bibi rose menyarankan hal yang sama. Apa boleh buat, aku juga kasihan melihat mama tersiksa dengan obat-obat kimia dan alat bantu itu. Sebelum aku mengijinkan dokter melepas alat bantu itu. Aku berbisik di telinga mama “ selamat tinggal mama, bell manyayangimu “  air mataku tak terbendung lagi, menyeruak keluar. Waktu seakan berhenti melihat ibuku seperti itu. Bukan aku yang membunuh ibu, tapi itu yang terbaik untuk dia.
Sepekan setelah kematian ibu. Bibi rose menghubungi ayahku di Los Angeles untuk menjemputku. Baru beberapa bulan yang lalu aku bertemu kyle, dia yang membawa kebahagiaan dihidupku. Namun sekarang aku harus berpisah dengnnya. Besok ayah akan menjemputku. Malam ini malam perpisahanku dengan kyle. Aku dan kyle memutuskan untuk camping di bukit belakang sekolah malam ini. Kami menyalakan api unggun kecil-kecilan untuk menghangatkan tubuh kami. Kami berbarng diatas rumput segar menatap indahnya langit mala mini. Bintang Nampak jelas terlihat dari sini.
“ kyle, aku tak ingin berpisah denganmu. “ kataku lembut.” Hei! Fikirkan masa depanmu. Sebentar lagi kita kuliah bell.. kampus di Los Angeles lebih baik dari pada disini. Kita masih bisa berkomunikasi bell. Telfon, internet. “ dia menatapku tajam-tajam.kami kembali tenggelam dalam kemilau bintang mala mini.
                Ayah datang menjemputku. Aku berpamitan kepada kyle, keluaragnya, dan bibi rose. serta berterima kasih atas kebaikan yang telah mereka berikan padaku selama ini. aku duduk di bangku belakang. Hanya ada ayah aku, dan brang-barangku didalam mobil. Mungkin  karna hamper 14 tahun tak bertemu. Aku dan ayah sama-sama canggung untuk berbicaara. Kami hanya diam saja selama perjalanan. Aku lebih suka menghabiskan waktuku untuk tidur.
                “ selamat datang dirumah barumu grace .. “ ayah membukakan pintu mobil dan menunjukan rumah miliknya. Aku hanya tersenyum dan memandangnya sambil berkata “ panggil aku bell”. Ayah mengulangi perkataannya “ baiklah .. selamat datang dirumah barumu bell “
 aku tersenyum menahan tawa melihat tingkah ayah.
                Aku berjalan memasuki rumah besar itu. Benar- benar seperti kapal pecah. Wajarlah ayah seorang lelaki yang hidup sendiri tnapa istri ataupun pembantu. Rumah ini benar-benar kacau. “ maaf, ayah tidak bakat untuk membersihkan rumah. Mari ayah tunjukan kamarmu” ayah menggandengku menyusuri anak tangga yang cukup membuatku lelah. Dibukanya sebuah pintuk di lantai atas. Untuk ruangan satu ini terlihat rapi. Mungkin ayah sudah berjuang keras untuk membersihkannya. “ bagaimana? Suka ?” Tanya ayah . “ Ya aku suka. Terima kasih ayah “ aku memeluknya dengan erat. Aku merindukan pelukan ayah. Dan bau khas parfum ayah.

*2tahun kemudian
                Kampus. Sekarang aku sudah kuliah. Menginjak dewasa. Usiaku sudah hamper 18 tahun. aku kuliah di universitas terkemuka di L.A. dua tahun hidup bersama ayah cukup membuatku bahagia. Liburan musim panas ini aku berencana ke New York sekitar 3 hari trakhir untuk mengunjungi bibi rose dan kyle. Tapi ayah memintaku untuk menunggunya selesai mengerjakan pekerjaannya dikantor. Mungkin 1 minggu lagi.
                Liburan musim panas. Aku berencana pergi ke pantai. Mengendarai mobil spot hadiah ulang tahun dari ayah. Ya aku sendirian. Rambut panjangku tergerai canti tertiup hembusan angin. Tiba-tiba aku merasa ada yang tidak beres dengan mobilku. Aku turun untuk mengecek semua keadaan. Oh my God. Ternyata ban belakang bocor. Sebernarnya aku membawa dongkrak dan ban serep. Tapi aku tak tau harus bagaimana caranya. Aku memilih untuk diam  menunggu seseorang melewati jalan itu.

#tunggu kelanjutannya ..
               


               

               

Tips Menghilangkan Stres Akan Menghadapi Ujian Nasional

Sabtu, 13 April 2013

Sebah nih seharian mantengin soal-soal bejibun banyaknya. H-8 guys!!!! fighting ! pasti bisa dan harus bisa dapetin nem diatas rata-rata . Relax sebentar gapapa kan ya . Ada tips nih seputar Ujian, biar gak tegang dan gak stres .
* harus pandai-pandai ngatur waktu. Kapan wktu buat belajar, istirahat, main, sama beribadah.
* Jangan pernah lupain sholat buat yang beragama islam.
* Belajar bener- bener ( np: belajar efektif adalah ketika perasaan kita sedang gak galau atau gak ada fikiran. Fokus kunci utama.)
* Tobat. Berhenti bikin sakit hati orang.
* Butuh banget refresing, biar otak rilex. Bisa juga jalan-jalan ketaman sama temen-temen, atau sekedar blogging kyk aku hehe..
* Motivasi'in diri sendiri. Bayangkan betapa bahagia dan bangganya kedua orang tua kalian kalau tau kalian LULUS dengan predikat nem terbaik!

That's right itu tips dari aku. Semoga bermanfaat. Semangat ! Let's be proud of our parents. success!!!

The Lost of Love part 2

Rabu, 27 Februari 2013



          Yudith begitu merasa capek. Mungkin karna kejadian kemarin ? dia benar benar tidur dengan lelapnya, tanpa seorangpun sanggup mengganggunya. Dia merasakan ada kilauan cahaya menyilaukan matanya yang masih terpejam. Sinar sang mentari pagi menyelinap diantara gorden kamarnya, berusaha membangunkan yudith dari tidur lelapnya, menandakan bahwa hari sudah pagi. Namun yudith tak kurang akal. Dia menutupi mukanya dengan bantal dan mencoba kembali untuk tidur lagi. “ tap .. tap .. tap “ terdengar suara langkah kaki menaiki anak tangga dengan cepatnya.
“ dit .. ayo ikut gua jogging ke taman .. molor aja kerjaan lo “ kata adit sambil menggoyak2an badan yudith
“ apa’an sih bang ! ini minggu bang, terserah gua dong mau bangun jam berapa “
“ ya udah, gua jogging sendirian juga gak papa .. padahal kalo hari minggu wah, ceweknya seger-seger. Gua pergi duluan yah .. “  saat adit berjalan menuju pintu adit terbangun dari tidurnya.
“ gua udah gak ngantuk, gua ikut jogging bang, biar sehat “
“ oke .. bilang aja mau liatin cewek-cewek. Ya udah sana cuci muka dlu, gua tunggu dibawah”
“ hmm ..”
          Beberapa menit kemudian adit turun dari lantai atas dengan sepasang sepatu olahraga berwarna putih, celana pendek warna coklat kesukaannya, dan sebuah handuk terselembang dibahunya. Mereka berdua berlari-lari kecil menyusuri jalan setapak menuju ke taman. Saat mereka sedang jogging tiba-tiba pandangan yudith tertuju pada seorang wanita, memakai baju jogging, menaiki motor matik, yudhith berhenti berlari. Dalam otaknya berfikir “ kyknya gua gak asing sama wajah itu .. “ adit yang masih terus berlaripun berhenti dan menanyakan appa yang terjadi “ kenapa lo ?” tanya abangnya. Setelah beberapa detik yudith mengingat-ingat..
“ anjrit !! tuh cewek yg ambil coin gua bang !” yudith pun berlari mengejar motor cwek itu.sambil berteriak- teriak gak jelas. Adit hanya melihat yudhit yg berlari menjauhinya sambil menggeleng-gelengkan kepala.
          Ditengah perjalanan menyusul wenda ke taman, olive merasa ada seseorang yg mengikutinya. Dari balik spion dia melihat seorang lelaki yang kemarin mengejarnya ditaman.
“ anjir tuh cowok lagi “ teriak olive dengan paniknyaa. Dia semakin mempercepat jalan laju montornya, tapi na’as, karna olive mengendarai montor dengan sibuk memperhatikan spionnya .. bruukk .. olive menabrak tiang lampu dipinggir jalanan.
“ aaawww … sakitt “ keluh olive
Dari kejauhan dia melihat yudith yang mempercepat laju larinya bagaikan harimau yang akan menerkam mangsanya. Melihat keadaan itu olive berusaha berdiri dan berlari menjauhi lelaki yang dianggapnya gila. Tapi karna kakinya yang pincang dia berlari tertatih-tatih dan berkali- kali hendak terjatuh. Yudith yang tak ingin kehilangan mangsanya mempercepat laju larinya. Dan, yudith datang tepat pada saat olive tersandung. Dan tanpa sadar yudith memeganginya. Beberaoa detik mereka saling memandangdang. Dalam fikiran yudhit
“ gilaa .. nih cewek walaupun tukang ngambil barang orang, tapi cakep banget..”
“ tuhan….. ini bener cowok somplak yang kemarin ngejar-ngejar gua ? keren banget “ fikir olive dalam hatinya. Lamunan mereka buyar karna mereka sadar banyak orang disekitar sana yang memandang aneh mereka berdua. Dengan cepat-cepat yudith melepaskan pelukkannya pada olive, yang membuat olive terjatuh.
“ aaww .. “ keluh olive
“ balikin coin gua “ kata yudith ketus
“ iya sih ganteng, iya sih keren, tapi belagunya .. “ fikir olive dalam hati
“ malah ngelamun lagi, baliki gak koin gua ! “
“ lo cowok apa bencong sih ! liat cewek jatuh bukannya ditolongin dulu malah marah-marah “ bentak olive yng membuat yudith mengulurkan tangannya untuk membantu olive berdiri, dan membopongnya untuk duduk di kursi pinggir jalan. Olive terkejut dengan perilaku yudith yang ternyata baik mau menolongnya,
“ aduh sakit mama .. “ tangis olive sambil memegang luka di kakinya
“ eh lu jangan nangis dong, ntar dikira gua ngapa2in lo lagi “
“ aaaaasakkitt “ teriakan olive yang makin terdengar nyaring.
“ diem dong .. gua kan udah tolongin lo, balikin coin gua “
“ coin apa’an ?”
“ gak usah pura2 bego.. lo kmrn mungut coin gua kn ? gara2 lo gua jadi babu temen2 gua !”
“ya mungkin emang lo lebih cocok jadi pembantu kali ya.. “
“ stop ! gua gak mau manjang2in pembicaraan. Lo tinggal balikin coin itu ke gua dan semua udh selesai, loe boleh anggep gak pernah ketemu gua “
“ mana gua bawa coin lo .. tuh masih didalem tas gua, dirumah gua “
“ ayo kita kerumah lo “ kata yudith yg tanpa sadar memegang tangan olive
“ tapi kaki gua kan masih sakit “
“ naik taxi aja lah.. “
“ lo pura-pura pikun , apa emang pikun , atou lo gak ngerti sih ? ini kan minggu car free day bray dikawasan sini sampek nnt jam 11 “
“ kamprett !” umpat yudith
          Yudith duduk disebelah olive, memikirkan sesuatu dengan wajah serius. Dalam hatinya dia berfikir “ kalo hari ini gua gak dapetin tuh coin mulai besok gua bakalan jadi babunya ivan ! “ tiba-tiba yudith keceplosan dan berteriak “ kampret itu gak boleh terjadi !” teriak’annya begitu kencang hingga membuat beberapa orang yang lalu lalang melihat kearah mereka berdua, “ gua ta lo bego, tapi gak usah malu-maluin gua .” bisik olive. Yudith berdiri dihadapan olive melihatnya sebentar lali jongkok kearah sebaliknya. “ gua gendong lu sempek rumah lo “ ucap yudith yang sontak membuat olive terkejut. “ lo ? gendong gua ? kenapa gak lo goncengin gua aja naik montor gua ? kan lebih praktis “
“ gua gak bisa naik montor, terakhir naik montor gua jatuhin orang sempek pincang. Lo udah pincang mau tambah jadi pincang ? “
“ cowok kok gk bisa naik montor, “ kata olive sambil menahan ketawanya
“ gak usah ngeledik’in gua deh lo .. baru ketemu aja udah nyusahin orang aja idup lo “
“ santai dong “
“ udah ayo cepet buruan .. naik “
“ beneran nih ?”
“ ya udah kalo lo gak mau lo ngesot aja sana “ sambil yudith kembali berdiri
“ ehh .. iya iya ,. “
          Akhirnya yudith menggendong olive kerumahnya. Hanya demi mendapatkan coin dalam suatu permainan konyol itu.
                                                          ****
          Wenda masih setia menunggu olive yang dari tadi tidak muncul –muncul.
“ nih olive udah ditunggu dari tadi kok gak sampek-sampek sih , apa tuh anak molor lagi ya ?” fikirny wenda. Akhirnya wenda memutuskan untuk jogging sendirian. Dia berlari-lari kecil menyusuri jalan setapak di taman . ketika itu dia melihat ada anak kecil menangis. Lalu wenda datang dan bertanya  “ ih adik cantik kenapa kok nangis ? mamanya mana ?” Tanya wenda sambil mengusap air mata anak kecil itu.
“ balonn “ kata anak kecil itu sambil menunjuk kearah atas, ternayat balonnya terbang kearah pohon yang cukup tinggi.
“ oh .. abang tukang balonnya mana ? biar kakak beliin deh “
“ abangnya udah pergi “
“ wah, ya udah tunggu bentar ya kakak ambilin.”
          Wenda yang entah mengapa hari itu berhati mulya mulai memanjat pohon mangga itu. “ sedikit lagi “ fikirnya sambil berusaha menggapai tali ballon yang tersangkut itu. Semakin dia berusaha semakin dia merasa akan terjatuh . Dan akhirnya dia berhasil menggambil balon itu, tetapi tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang ngigigiti kakinya . “ anjir semutnya banyakk “ wenda menjadi sibui mengusir semut-semut itu dari tubuhnya. Dan “ aaaaa “ dia terjatuh” . entah mimpi apa dia tadi malam. Benar dia terjatuh dari pohon tetapi disaat itu pula ada lelaki gagah, keren, dan cakep menangkapnya di bawah. Wenda yang memprediksikan rasa sakit yang sangat teramat karna jatuh dari pohon ternyata salah, dia merasakan ada yang mengkap tubuhnya. Perlahan wenda membuka matanya “ tuhan, apa ini yang namanya malaikat pencabut nyawa ? keren banget “ fikir wenda dalam hati, dia berfikir bahwa dia sudah mati. Wenda masih takjub dengan apa yang dia lihat sampai akhirnya lelaki itu menurunkannya dan membuyarkan lamunan wenda. 
(tunggu post selnjutnya)

Teks Biografi

Kamis, 21 Februari 2013

Buku biografi atau otobiografi tokoh (termasuk di dalamnya profil tokoh)
pada saat ini sangat banyak. Sebagian di antaranya termasuk buku yang
sangat laris. Itu berarti kegiatan membaca buku biografi/otobiografi menjadi
hal yang sangat penting. Di sisi lain, paparan tentang profil tokoh juga sering
dijumpai, baik di koran, tabloid, majalah, maupun buku. Itu juga mengindikasikan pentingnya membaca teks profil tokoh. Persoalannya
adalah apakah pada saat membaca buku tersebut kita telah membaca
dengan benar. Benar atau tidaknya kita membaca biografi atau profil tokoh
sangat bergantung pada tujuan kita membacanya.
Secara garis besar, ada beberapa tujuan membaca otobiografi atau profil
tokoh, antara lain:
a. untuk mencari hal-hal yang menarik dan mengesankan dari perjalanan
hidup tokoh
b. mencari hal yang dapat dicontoh untuk kehidupan sendiri
c. mengumpulkan hal-hal yang disukai pada diri tokoh
d. mencari keistimewaan tokoh
e. mencari inti sari riwayat tokoh.
Berikut ini adalah contoh teks biografi!
Bacharuddin Jusuf Habibie
Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir
di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan
anak keempat dari delapan bersaudara, dari pasangan Alwi Abdul Jalil
Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah
dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai
dua orang putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-
Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah
ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya
kegemaran menunggang kuda ini harus kehilangan bapaknya yang
meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan
jantung. Tak lama setelah bapaknya meninggal, Habibie pindah keBandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School.
Di SMA, prestasi beliau mulai tampak menonjol, terutama dalam
pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.
Setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954, beliau masuk Universitas
Indonesia di Bandung (Sekarang ITB). Beliau mendapat gelar Diploma
dari Technische Hochschule, Jerman, tahun 1960, yang kemudian
mendapatkan gelar Doktor dari tempat yang sama pada tahun 1965.
Habibie menikah pada tahun 1962, dan dikaruniai dua orang anak.
Tahun 1967, beliau menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada
Institut Teknologi Bandung.
Banyak langkah Habibie dikagumi, penuh kontroversi, namun tak
sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih
penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari
"habitat"-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita. Habibie hanya
setahun kuliah di ITB Bandung, kemudian 10 tahun beliau kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan
predikat summa cum laude. Lalu, beliau bekerja di industri pesawat
terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan
Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.
Di Indonesia, selama 20 tahun Habibie menjabat Menteri Negara
Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri
Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh
Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto.
Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan
Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser
akibat referendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato
Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi
warga negara biasa, kembali pula hijrah untuk bermukim ke Jerman.

Sumber: Kepustakaan Presiden-Presiden Republik Indonesia

The Lost of Love

siang itu terasa panas sekali bagi Olive. Gadis remaja yang tengah berdiri menunggu jemputan didepan sekolahnya. Rambutnya panjang bergelombang, tubuhnya putih. Mulutnya sibuk memakan cornetto disk kesukaannya. Ketika ia tengah menggigit es creamnya dari belakang wenda menepuk bahunya.
“ makan es cream aja loo .. ntar gemuk loh “
“emang gua peduli ? “
“ hiii, ntar lo gemuk kaya gorilla. Terus gak ada cowok yang mau sama elo baru deh lo nyesel “ katanya sambil melebarkan pipi dan bergaya seperti gorilla.
“ terus ? gua harus nungging tengah jalan sambil bilang ‘ gua nyesel gak dengerin omongannya wenda sahabat gua yang paling bawel’ gitu ? “ sambil terus memakan es cream yang menjadi cemilan favoritnya itu.
“ ah lo mah, dibilangin kayak gimana juga gak bakalan bisa lepas dari es cream favorit lo itu. Eh tuh supir lo udah jemput”
“ oh iya, main kerumah gua yuk wen ? dari pada lo nunggu disini sendirian ?”
“ iya juga sih, iya deh gua ikut loe “
Mereka pun memasuki mobil mewah berwarna hitam itu. Hampir setengah jam mereka terjebak didalam mobil karena macet total.
“ pak ini macet total ya ? “ olive bertanya pada pak Heman supirnya.
“ iya nih non, kayak gak tau kota Jakarta aja.”
“ yah .. ini didaerah mana sih pak ? masih jauh ya dari rumah ? “
“ ini didaerah deket taman yang biasanya non olive jogging non. Eemm ya lumayan masih jauh sih dari rumah non “ jawabnya bijak
“ yah itu sih masih jauh banget dari rumah pak. Yaudah deh pak saya jalan aja sama wenda, sekalian jalan-jalan” olive membuka pintu mobil dan menarik tangan wenda .
“ eeh non, nanti dimarahi mamanya non olive “ teriak pak herman dari dalam mobil.
Olive tak memperdulikannya dia menarik tangan wenda dan  berlari. mereka terus berlari hingga mereka sampai ditaman. Menggatur nafas yang terengah-engah.
“ sumpah lo bener-bener gila liv” ujar wenda sambil terus mengatur nafasnya.
“ haha … cukup bakar lemak gara-gara makan es cream mulu kan wen “ sindir olive
“ iya sih, tapi lo gila, kalau tadi tiba-tiba kita ditabrak gimana ?”
“ yang penting kenyataannya enggak kan. Kesana yuk, capek gua” ajak olive sambil menunjuk pedagang es cream dekat taman.
“ asal lo yang traktir “ tantang wenda
“ oke .. gua jabanin dah !”
Mereka berjalan menuju pedagang itu.
“ lu duluan deh wen, gua benahin tali sepatu dulu. Lepas nih. Gua cornetto classic yang blueberry ya “ pesan olive sambil jongkok menali sepatunya.
          Siang itu Yudith dan teman-temannya sedang hang out . hari ini ulang tahun yudith dia janji bakalan traktir temen-temennya dikedai favoritnya. Saat mereka sedang asik makan. Ivan sahabat yudith menantang yudith untuk bermain lempar coin. Semua setuju dengan ajakan ivan. Yeah, karena yudith yang ulang tahun dia yang pertama kali main. Ivan lempar coinnya, sedangkan yudith diputar-putar oleh teman-temannya dan dia harus mencari dimana coin itu. jika yudith tidak menemukannya ia harus menjadi budak teman-temannya selama1 bulan. coin itu terus menggelinding dan berhenti di dekat kaki olive.
“ emang zejeki gua hari ini 1000 rupiah pun gak masalah haha .. “ sambil berdiri dan memegang coin itu lalu melanjutkan berjalan. Dari kejauhan ada suara lelaki berteriak-teriak. Olive tak memperdulikannya dan terus berjalan saja. Tiba-tiba dari belakang ada yang memegang tangannya. Olive terkejut dan spontan menampar orang itu dengan tasnya. Hingga lelaki itu terjatuh.
“ aaaa!!!!!!!!! Don’t touch me !“ lalu olive berlari sekencang mungkin dan sebisa mungkin dengan tanpa sadar ia melewati wenda yang sedang asik memilih-milih es cream
Lelaki itu, dia yudith, dia berdiri dan mencoba mengejar olive.
“ woy !! balikin coin gua !”suara yudith dengan cemprengnya
Olive masih terus berlari dalam hatinya ia berkata “ Argh, siapa tuh orang, mengejar-ngejar gua! Gua masuk situ aja deh “ fikir olive sambil berlari memasuki sebuah tempat makan. Karna ketakutan ia berjalan mundur. Dari belakang ada seorang lelaki sedang berbalik badan sambil membawa secangkir coffe di tangannya. Brukk. Mereka bertabrakan, coffe itu menumpahi rambut panjang dan baju olive. Dengan muka syok, dan marah perlahan olive mengangkat mukanya. Dia terdiam, bukannya marah – marah pada lelaki itu, dia hanya terdiam.
“ maaf ya, saya gak sengaja. “ suara cowok itu menembus hati olive. Lelaki itu menyilakan rambut olive yang berantakan karena kena coffe. Olive masih terdiam, lalu tangan cowok  itu berayun-ayun didepan mata olive dan menyadarkan lamunan olive.  
“ kamu gak kenapa-kenapa kan ? “  suara lembut cowok itu bertanya.
“ cakep banget “ suara olive pelan.
“ ha ? kamu bilang apa barusan ?”

“eh .. enggak, enggak apa-apa kok. Iya gua gpp.” Jawab olive gugup. Tiba-tiba terlihat lelaki tadi yang mengejarnya berada didepan cafĂ© itu, olive spontan bersembunyi dibelakang lelaki yang berada didepannya itu.
“ kamu kenapa ?” Tanya laki-laki itu sambil mengurutkan pandangan olive yang celingukan dibelakang punggungnya.
“  eh gpp kok. Makasih ya “ jawab olive
“ hah ? aneh kamu aku numpahin coffe dibaju kamu malah kamu bilang makasih”
“ntar gua jelasin, gua bersihin baju gua dulu “
Olive berjalan menuju toilet. Didepan cermin ia tersenyum-senyum sendiri. Membayangkan adegan tadi terulang kembali.” Mimpi apa gua tadi malem disiram coffe sama cowok setampan itu. aaaa” tiba-tiba suara ponsel olive berbunyi memecahkan lamunanya. 25 missed call dari wenda, dan 9 sms darinya. “ liv, loe kemana sih ? gua tungguin dari tadi gak dating-dateng. Cepetan dong. “
“ ntar gua lagi sama pangeran gua. Lo pulang aja dulu aja gpp kok. “ jawabnya. Ponselnya berbunyi lagi “ gila lo..  Jangan lama-lama mengkhayalnya yaa olive ndut. Gua pulang dulu “ isi sms wenda.
Olive menutup ponselnya dan merapikan baju seragam putih abu-abunya yang menjadi coklat abu-abu karna ketumpahan coffe . dia berjalan keluar toilet dan menghampiri cowok yang memikat hatinya pada pandangan pertama. Olive menyapanya dengan senyuman lebar.
“ maaf ya, gara-gara gua baju lo jadi kotor deh “ ucap cowok itu
“ iya gapapa kok. Gua malah yang harusnya bilang makasih sama lo. Kalo gak ada lo mungkin gua masih dikejar-kerjar cowo gil    a tadi. Hih!” ucapnya sambil membalik-balik buku menu.
“ haha kok bisa sih ?”
“ gak tau, namanya juga cowok gila , lupain aja lah. “
“ iya deh, oh iya ngomong –ngomong kita belom kenalan, nama gua Adit. “ kata-katanya sambil mengulurkan tangannya yang membuat olive menjabat tangannya.
“ gua Olivia, tapi panggil aja olive “
“ nama yang cantik kaya orangnya..”
“ haha .. ketahuan lo pasti suka ngegombalin cewek-cewekkan ? “
“ gua gay tau ..” jawab adit yang seketika membuat olive terkejut, dan terdiam dalam penyesalan.
“ hahaha  gua becandaa lagi, masak ya gua gay. Haha” ucap adit yang membuat dada olive dapat bernafas lega.
“ ya tuhan, gua kira beneran, haha “
“ lo masih SMA ? kelas berapa ? “ Tanya adit sambil melihat seragam olive.
“ kelas 2, lo pasti udah kuliah, semester berapa ?”
“ baru semester 4 kok. Oh iya panas banget nih,  enak nih makan es cream sambil jalan-jalan. gua traktir deh .”
“ bener ? oke deh gua cornetto classic yang blueberry ya “
“ siap boss “
          Walau baru beberapa jam yang lalu mereka berkenalan tetapi mereka terliat begitu akrab. mereka bergurau , tertawa bersama disore ini.
“ udah hampir malam loh, kamu gak diamarahin orang tuamu jam segini belom pulang ? rumah kamu didaerah mana sih ?”tanya adit

“ emm .. iya juga sih .. rumah gua diperumahan sari asih “
“ searah dong. Bareng gua aja deh, ntar kalo lo pulang sndiri dikejar cowok gila lagi gimana coba ? “
“ iya juga sih, yaudah deh bareng lo aja “
Beberapa menit kemudian mereka sampai didepan rumah  olive. Adit turun dari mobil dan membukaan pintu mobil untuk olive.
“ makasih ya dit “ kata olive
“ iya sama-sama, emm.. besok satnite lo ada acara gak liv ?”
“ emm .. enggak ada kok, kenapa ?”
“ nonton yuk.. “ ajakan adit barusan membuat hati olive begitu gembira,. Dalam hati ia berkata ‘ mimpi apa gua tadi malem, ditabrak cowok ganteng, loyal, keren, anak kuliahan, diajak nonton lagii .. ya Tuhan ‘ olive melayang dalam khayalannya sendiri.
“ mau gak liv ? “ ucapan adit membuat olive tersadar dari lamunannya.
“ oohh .. iya gua bisa kok “
“ kalau tiba-tiba lo ada acara hubungin nomor gua ya, ini kartu nama gua. “ sambil menyodorkan selembar kertas nama.
“ oke deh “
“ udah malem, gua pulang duluan ya. See you “ kata adit dari dalam mobil. Selang beberapa menit setelah mobil adit pergi mennjauhi rumah olive. Olive meloncat-loncat kegirangan bisa berkenalan dengan adit. Sepanjang perjalanan memasuki kamar, mata olive tak lepas dari selembar kertas nama dari adit.
                                                          ***
Yudith masih merasa jengkel dengan perempuan yang mengambil coinnya tadi siang. Diperjalanan pulang dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. “ gua heran, siapa sih sebenerya tuh cewek. Gara- gara dia gua harus jadi babunya ivan ! awas aja kalau sampek ketemu!” dengan posisi sikunya dijendela mobil dan tangan yang memegang kepala karna pusing memikirkan coinnya yang hilang.” Gak bisa gini terus nih. Mau taruh mana harga diri gua kalo gua harus jadi babu ivan disekolah? Gua harus nemuin tuh cewek dan minta koinnya!  Tapi tunggu, gua harus nyari dia kemana ! shit !” tiba-tiba ditengah gerutunya terdengar suara letupan kecil dari belakang mobilnya. Dia segera turun dan mengecek keadaan. Tenyata ban belakang mobilnya bocor.” Bener-bener hari sial buat gua!” katanya sambil menendang ban mobilnya. Dia terlihat celingukan berharap menemukan bengkel didekat situ, tetapi nihil disana sepi. Dia melirik kearah arloji hitam yang ia kenakan. Tepat jam 8 malam. Ia masuk kedalam mobil dan merogoh tasnya berusaha menemukan ponsel miliknya. Dia mencoba menelfon ivan, ‘siapa tau dia bisa membantu’ fikirnya.
“ halo .. “ terdengar suara ivan disebrang telfon
“ van, lo bisa jemput gua gak ? ban mobil gua bocor “
“ ha ? lo omong apa ? gua gak denger .. gua lagi clubbing”
“ lo bisa gak jemput gua bego !” teriak yudith karena kesalnya.
“ ha ??  “ Tanya ivan lagi.
“jem..  “ tiba-tiba telfonnya terputus. Ternyata batrai ponsel yudith habis. “ bener – bener hari sial gua ! “ gerutu yudith sambill menyambar kunci mobil dan tasnya lalu berjalan menjauhi mobil spot merah miliknya.
                                                          ***
Wenda sedang asik membaca novel sambil sesekali tangannya sibuk merogoh toples snacknya. Tiba- tiba ponselnya berbunyi. Ternyata Olive menelfonnya
“ haloo ..” jawabnya lirih dengan tatapan matanya yang lepas dari novel baru miliknya.
“ wendaa !!!!!!!!!! lo harus kerumah gua sekarang” teriak olive dari sebrang telp.
“ aduhh ! santai dong ngomongnya, jangan teriak-teriak gitu! Ada apa sih ?”
“ nyokap bokap gua mau ke bandung nih, temenin gua ya ? lo nginep aja ya. Please. Lo kan tau temen lo satu ini penakut. Ya .. ya .. ya “ katanya smbil terus merayu wenda.
“ liv, liv.. udah gede kok masih takut dirumah sendiri sih. Iyaiya gua siap-siap dulu “
“ lo emang sahabat gua terrrr baik sejagad raya.. muach “
“ BULLSHIT!” teriak wenda
“ haha,, cepetan ya, bawa seragam sama tas lo sekalian buat besok”
“iyaa kampret”
          Wenda pun menyiapkan barang-barang yang harus dia bawa. Wanita itu memakai dress berwarna pink bunga-bunga dan menenteng tas yang ia bawa.
“ mau kemana wen ? “ tanya mamanya
“ mau nginep rumah olive ma, orang tuanya mendadak ke Bandung, diakan penakut, jadi wenda yang nemenin. Wenda pergi dulu ya ma, assalamualaikum”
“ iyaa.. hati-hati ya saying”
Wenda menaiki montor matic kesayangannya itu. jalanan tampak sepi malam ini. Hanya satu, dua kendaraan saja yang berpapasan dengan wenda dijalan itu. dari kejauhan ada seorang lelaki memakai seragam lengkap berdiri ditengah jalan menghentikan montornya. Wenda terkejut dan hampir saja dia menabrak laki-laki itu. dia takut jika lelaki itu adalah penodong. Namun sebelum dia memukulnya.
“ tenang gua bukan penodong, gua Cuma pingin numpang montor lo sampek pangkalan taksi didepan gang. “
Wenda masih takut dan diam sambil melihat  lelaki itu dengan lirikan tak yakin.
“ sumpah gua bukan mau nodong lo . lo tadi ngelewatin mobil merah dipinggir jalan kan ?”
Wenda hanya menggelengkan kepala dengan cepat.
“ argh.. kalo lo liat mobil itu , itu mobbil gua. Bannya bocor. Dan ponsel gua mati. “ jelas laki- laki itu. tetapi wenda masih belom mempercainya. Dia mencoba melarikan diri dari laki-laki itu. dengan cepat tapi pasti wenda menjalankan montornya, tapi laki-laki itu buru-buru mencegahnya.
“ aaa!! Gua masih perawan ! lepasin gua !! “ teriak wenda
“ ssstt diem, gua bukan mau perkosa lo . gua Cuma mau numpang lo sampek depan tikungan doang . nanti gua bayar lo.”
“ gua masih gak yakin lo cowok baik-baik. Seragam lo aja kummel. Lo pasti nyuri baju yang lagi dijemur kan !  aaa lepasin guaa” teriak wenda
“ ini klo lo gak percaya “ laki – laki itu menyerahkan KTP dan kartu OSISnya.” Gimana ? lo maukan nganterin gua ?” bujuknya.
“ oke gua bantuin lo! Tapi gua sita KTP sama kartu OSIS lo sampek lo turun nanti”
“ oke, gua setuju .. tapi ngomong-ngomong gua gak bisa naik montor. Jadi lo boncengin gua ya “
“ iya”
Mereka berdua bergoncengan dijalan sepi itu.  walaupun terkadang wenda kehilangan keseimbangan karena goncengin orang yang lebih besar darinya. Tiba-tiba ada batu besar didepan dan wenda tidak melihatnya. Wenda kehilangan keseimbangan, dan mereka berdua berteriaak. Bruak. Montor itu terhenti ketika wenda menabrak tiang lampu dipinggir jalan. Mereka berdua terjatuh. Kaki wenda tercepit montor, sedangkan laki-laki itu terpental disebelah kanan montor.
“ aduhhh.. mama.. sakit “ teriak wenda sambil memegang kakinya yang terjepit dan menangis. Laki- laki itu berlri dan menolong wenda. Dia mengangkat montornya dan menggendong wenda kepinggir trotoar sepi itu.
“ lo gapapa ?” Tanya laki-laki itu
“ gak papa gimana sih . kaki berdarah gini .. aa sakit.. “wenda masih terus menangis. Laki-laki itu merobek sebagian bajunya dan mengikatkannya dikaki wenda yang mengeluarkan darah cukup banyak.
“ gua bawa lo ke klinik  ya ?” Tanya laki- laki itu.
“ lo kan gak bisa naik montor “
“ gua coba dulu “ laki-laki itu bediri dan mencoba menaiki montor wenda. Walau sempat terjatuh tapi laki-laki itu terus mencoba.
“ udah ayo gua bawa lo ke klinik “ kata laki-laki itu sambil meggendong wenda keatas montor.
“ lo yakin lo bisa ?” Tanya wenda.
“ jangan pernah raguin sesuatu yang lo gak tau pasti kebenarannya.” Katanya bisa sambil menjalankan montor itu.
“ gua masih belom bener naik montornya, lo pegangan, ntar lo jatuh “ tangan laki- laki itu meraih tangan wenda, dan diletakkan dipinggangnya . wenda merasa terkejut , “ ternyata masih ada cowok yang tanggung jawab sama ceweknya. “ fikirnya dalam hati. Mereka sampai di kllinik dan wenda diperiksa. Setelah wenda diperiksa dia sudah mulai bisa berjalan walau harus dituntun.
“ maaf ya tadi gua udah buruk sangka sama lo. Skrng malah gua yang repotin lo “ kata wenda menyesal.
“ udah gapapa. Yang penting lo gak kenapa-kenapa . lo baliknya gua anterin aja ya. “ kata laki- laki itu.
“ terus lo baliknya gimana ? kan harusnya gua yang ngenterin lo ke pangkalan taksi. “
“ udah gakpapa. Ntar gua pinjem ponsel lo buat telp taksi . beres kan ?”
“makasih ya.. “
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah olive. Karena wenda takut jika dia pulang dengan keadaan babak belur seperti ini. Beberapa menit kemudia mereka sampai didepan rumah olive. Tepat ketika mereka sampai taksi laki-laki itu juga sudah dating.
“ makasih banyak ya .. gua udah ngerepotin lo “ kata wenda.
“ iya gpp. Gua pulang dulu ya. Kalau naik montor hati-hati ya.” Kata lelaki itu sebelum dia masuk kedalam taksi dan pergi. Tidak lama setelah taksi itu pergi. olive keluar rumah.
“ wendaa .. lo kenapa bonyok gini ? ada preman yang godain lo terus kalian gulat sampek kayak gini ?” Tanya olive
“ hah! Lo tuh becanda mulu. Bantuin gua jalan dong. Ntar gua certain”
Setelah mereka bercerita tentang kejadian jatuhnya wenda,.
“ hah ? modus tuh orang ! “ teriak olive.
“ maksud lo liv ?”
“ iya dia pasti ada maksud tersendiri, dia nolongin lo, nganterin lo kerumah lo, terus beberapa hari kemudian rumah lo bakalan kerampokan. Dan lo tau siapa yang rampok ? pas deh tuh cowok ! “
“ aneh lu, mana ada rampok nolongin gua, sampek bayarin pengobatan gua pula ! dia baik tau .. “
“ lo mesti tetep waspada wen. “
“ iya. Oh iyakemana aja lo tadi waktu ditaman ? gua tunggin sampek es cream lo mencair tapi lo gak dating-dateng juga. “
“ hehe maaf mbak bro. tadi itu gua dikejar-kejar sama cowok gila. Enggak tau kenapa tuh cowok ngejar-ngejar gua sampek segitunya. Tapi untungnya gua ketemu cowok cakep .dia bantuin gua sembunyi dari cowok gila itu, aa baik banget deh. “ olive menceritakannya dengan penuh perasaan.
“ terus – terus ? kelas berapa tuh cwok ? siapa namanya ?”
“ terus kita jalan-jalan ditaman sambil makan es krim gitu .. terus gua dianterin pulang. Namanya adit, anak kuliah semester 4 gitu. “
“ wih, kenalin dong “
“ gua kenalin. Tapi jangan sampek lo ngembat dia dari gua! Dan asal lo tau, besok dia ajak gua nonton wenn ! aaaa “
“ iya gak bakalan lah gua ngembat gebetan lo. Level lo sama gue beda . lo kan suka sama yang kummel-kumel gitu, haha “
“ enak aja lo .. eh kalau nama cowok yang tadi bantuin lo siapa ?”
“ emm.. gua lupa buat kenalan. Eh tapi tunggu. “ wenda merogoh isi tasnya.
“ gua masih bawa KTP sama kartu OSISnya dia livv .. aaaa “
“ siapa siapa namanya ?”
“ Yudith Prasasti Pradana. Cakep kan.”
“ huh, masih cakepan adit dong.. tapi kayaknya gua gak asing deh sama foto itu. siapa yaa ?”
“ udah deh jangan sok kenal “
“ enak aja huu “
Mereka terus menceritakan tentang lelaki yang baru mereka temui. Dan membanggakannya.
                                                          ****
Yudith sampai dirumahnya. Dia terlihat begitu lelah dengan hari ini. Dia mendekati adangnya yang sedang main playstation dan terbaring lemah disofa.
“ kenapa lo yud ? muka lo lebih kummel dari biasanya .” Tanya abangnya yang masih asik dengan permainannya.
“ capek gua bang. Hari ini sial banget gua bang.” Katanya sambil mengusab-usab mukanya yang terlihat benar-benar lelah.
“ kanapa sih ? cerita dong sama abangmu yang cakep ini”
“ tadi gua kalah tantangan sama temen-temen gua, gara-gara ada cewek sialan yang ngambil coin gua. Abis itu ban mobil mogok, ponsel gua mati lagi. Minta nebeng sama cewek leat eh malah kecelakaan. Yaudah gua deh yang bantuin dia dan nganterin pulang. “
“ya mungkin ada hikmah dari kejadian hari ini, mungkin diantara kedua cewek itu jodoh lo ?”
“ klo jodoh gua cewek yang ngambil coin gua ma gua ogah banget. Cantik sih, tapi nyebelin bukan main. “
“ benci jadi cinta lo. Abang justru tadi ketemu sama cewek cakep banget. Dia lucu dan cantik. Satnite besok kita jalan “
“ wih .. ternyata abang gua cepet banget ngambil hatinya cewek. Bang nanti lo yang ngurusin mobil gua ya. Bentar gua ambilin uangnya “ yudith membuka dompetnya.
“ kampret .. kartuOSIS sama KTP gua masih dibawa cewek tadi bang. “
“ ya besok lo cari aja dia, terus minta “
“ cari kemana ?”
“ kehatimu .. haha “
“ rese lu bang. Biarin deh, ntar juga dibalikin sendiri. “
Yudith berjalan meninggalkan abangnya lalu berjalan menuju kamar. Setelah mandi dia berbaring dikamar. Tiba-tiba dia terbayang dengan wajah wanita yang mengambil coinnya. “ cewek misterius. Gua harus dapetin coin gua lagi. (next episode liat di next post)

Total Tayangan Halaman